About
Pagi adalah waktu yang istimewa, awal dari sebuah hari, bagian dari siklus kehidupan. Untuk saya, hari yang baik akan diawali oleh pagi yang baik pula. Saya, sebut saja [irwan], laki-laki biasa seperti orang kebanyakan; sedikit suka begadang dan jarang kesampaian tidur siang. Selalu berusaha menciptakan setiap pagi saya dengan penuh semangat dan berwarna warni. Dengan blog, musik dan secangkir teh tanpa gula.

























Salam Kenal balik Mas
.: icanxkecil
holla teman!! mari tukeran link
dengan teman kampus. lihat juga pin buatan kami
Terima kasih dengan tukaran linknya mas, dan salam kenal dari saya…
Nama saya bayu dari bogor
kalau menurut saya itu bagus banget, jadi biar masarakat itu tau, apa kerja para wakil rakyat itu di DPR, bukan hanya menyampaikan aspirasi mereka tapi juga memperlihatkan keseriusannya, memperlihatkan cara kerjanya, du luar gedung, ya kerja di hotel juga…
@Thamrin
Sama-sama mas.
@Bayu
Mungkin komentar mas Bayu untuk posting ini.
Salam kenal juga
@Mira
Lam kenal juga, terima kasih sudah mampir ke [teman pagi].
Dengan tujuan apa anda mengambil video ini?Mungkin ini sebuah pertanyaan retoris untuk anda, tapi tidak utk saya. Karna saya mohon anda utk menjawabnya.
ikutan
embuhlah
lam kenal
Halooo
bantu aku cara mengaktifkan 3G dong….
dari tadi tak bisa bisa ni…
( nb. aku pakai kartu XL bebas HP NOKIA N71 )
salam kenal … tolong……
gmn se aktifkan 3G .bantu aq y !plz dong?.salam knl ….kirim k”email aq acoq_99@yahoo.com
PINGIN TAHU ALAMAT VIDIO yz BOLEH NGGA
nuju ngumbara kang?
Muhun kang, kumaha di Borneo betah?
Salam kanggo kulawarga sarimbit.
iya yah .. heuheu .. anak perempuan deketnya ma ayahnya .. wah makasih yah .. mudah2an ini sebagian dari “warnawarni”nya jadi seorang Bunda .. salam kenal ijin link yah?? makasih
Kalo anak perempuan deket ma ayahnya, bikin aja anak laki-laki biar deket ama mamahnya.
Tukeran link? go ahead!
duh pagi2 buka blog ternyata dah ada temen baru nih..
salam kenal,..
Hallo… Salam kenal
|alle| & |ekSi|
Hai alle ma ekSi, lam kenal juga.
Makasih sudah mampir.
Salam.
Salam kenal dan salam manis buat mas irwan
otree……
Salam kenal… ^_^
Bikin “Tempel Fotomu Di sini” gmn tuh ??
S 03 CI
dasar orang aneh swt bgt bt bt o (so what bangget loch….!!!) ga baguz bgt tuch!! for the next generation di indonesia khususnya
Salam kenal
|amia| & |anggara|
Lam kenal juga, makasih dah mampir ke [temanpagi]
|S 03 CI|
Lam kenal juga Ci. Masuk aja pinboad4u.com
|syarif|
? Salah masuk komen kali rif?
salam kenal kang, saya berkunjung
Assalamualaikum wr wb
makasih telah berkunjung ke blog saya ya..
btw, blog anda bagus banget!
tetap semangat!!!
|mina mina|
Waalaikum Salam,
Sama-sama, saya ninggalin jejak ya
Thanks.
Salam kenal!saya juga pecinta Indosat!
orang bijak pasti pakai M3™
makasih…udah mampir ke rumah sayah…
*nyeruput kopi*
dadah…makasih suguhannya yaaa…
salam buat istri…
Lam kenal juga ‘Volunteer Indosat’
Salam kenal, mas irwan. Masih banyak teh nya? Bagi doong ?
|madsyair|
Lam kenal juga, makasih udah mampir, suguhan tehnya banyak mas. Monggo ambil sendiri, namun mohon maaf disini tidak ada gula, jadi, teh tawar aja ya. Kebanyakan gula gak bagus buat kesehatan.
Salam.
Pertanyaan: Apakah Islam agama teroris?
Jawaban: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.
Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.
Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10 atau 25? Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak, maka orang muslim hanya menurutinya saja secara taken for granted.
Banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Jadi umat muslim terjebak.
|hatinurani21|
Saya tidak habis mengerti, Anda mengomentari posting saya yang mana? Sejauh ini saya tidak pernah dan berusaha untuk menjauhi posting bertemakan agama, apalagi kaitannya dengan teroris.
Apakah Anda keliru menaruh komentar? Atau ingin menitip postingan di blog ini? Saya pikir komentar Anda OOT banget. Tapi sepertinya saya pernah membaca komentar ini (persis?) di salah satu blog yang saya kunjungi. Lupa blog mana, saya males nelusuri, mungkin blog yang sering mengulas isu (pertentangan?/perbedaan?) agama.
Jika Anda titip postingan disini, okelah saya komentari balik.
Saya meyakini Islam agama saya dengan sepenuh hati. Dan saya menjalaninya dengan keyakinan saya dan dengan akal pikiran saya. Setiap pedoman hidup yang terdapat dalam Al-Qur’an berusaha saya jalankan dengan nalar dan akal sehat saya.
Menurut bahasa saya, saya termasuk Muslim yang moderat. Saya amalkan ISLAM tanpa harus mengusik pemeluk agama lain. Perbedaan agama tidak membuat saya pilih-pilih teman atau bahkan membenci pemeluk lain.
Poligami, Emansipasi, Cap Kafir, dll, yang terdapat dalam Al-Qur’an selalu saya sikapi dari sudut pandang Positif. Selalu ada penjelasan logis untuk semua hal. Poligami diperbolehkan dalam Al-Qur’an? Saya meyakini dan mengimaninya, namun belum tentu saya terus mengikutinya. Ada satu kondisi dimana seseorang boleh melakukannya, dan ada satu kondisi seseorang akan lebih baik jika tidak melakukannya.
Menurut saya, Al-Qur’an harus dipahami secara menyeluruh. Terdapat hal yang saling menjelaskan hal lain didalamnya.
Saya bukan Muslim yang taat dan tidak sangat religius, saya biasa-biasa saja. Namun saya berusaha mengamalkan setiap perintah Al-Qur’an walau sedikit yang saya ketahui.
Saya tidak setuju dengan beberapa saudara saya orang Muslim yang melakukan tindak kekerasan dan terorisme, dan saya yakin Al-Qur’an tidak mengajarkan hal tersebut. Dan itu membuat saya tidak meninggalkan ISLAM, dan tetap berdampingan damai dengan Pemeluk Agama lain.
Saya meyakini ISLAM adalah yang terbaik bagi saya. Agama lain? Silahkan untuk yang lain. Untukku Agamaku, Untukmu Agamamu. Cukup.
@Irwan,
Saya setuju dengan anda. Memang benar Islam adalah salah satu agama besar di dunia.
Artikel di bawah ini menarik sekali mengenai penggolongan agama-agama besar di dunia. Ini situsnya: http://religi.wordpress.com/2007/03/16/agama-langit-dan-agama-bumi/
AGAMA LANGIT DAN AGAMA BUMI
Ada berbagai cara menggolongkan agama-agama dunia. Ernst Trults seorang teolog Kristen menggolongkan agama-agama secara vertikal: pada lapisan paling bawah adalah agama-agama suku, pada lapisan kedua adalah agama hukum seperti agama Yahudi dan Islam; pada lapisan ketiga, paling atas adalah agama-agama pembebasan, yaitu Hindu, Buddha dan karena Ernst Trults adalah seorang Kristen, maka agama Kristen adalah puncak dari agama-agama pembebasan ini.
Ram Swarup, seorang intelektual Hindu dalam bukunya; “Hindu View of Christianity and Islam” menggolongkan agama menjadi agama-agama kenabian (Yahudi, Kristen dan Islam) dan agama-agama spiritualitas Yoga (Hindu dan Buddha) dan mengatakan bahwa agama-agama kenabian bersifat legal dan dogmatik dan dangkal secara spiritual, penuh klaim kebenaran dan yang membawa konflik sepanjang sejarah. Sebaliknya agama-agama Spiritualitas Yoga kaya dan dalam secara spiritualitas dan membawa kedamaian.
Ada yang menggolongkan agama-agama berdasarkan wilayah dimana agama-agama itu lahir, seperti agama Semitik atau rumpun Yahudi sekarang disebut juga Abrahamik (Yahudi, Kristen, dan Islam) dan agama-agama Timur (Hindu, Buddha, Jain, Sikh, Tao, Kong Hu Cu, Sinto).
Ada pula yang menggolongkan agama sebagai agama langit (Yahudi, Kristen, dan Islam) dan agama bumi (Hindu, Buddha, dll.) Penggolongan ini paling disukai oleh orang-orang Kristen dan Islam, karena secara implisit mengandung makna tinggi rendah, yang satu datang dari langit, agama wahyu, buatan Tuhan, yang lain lahir di bumi, buatan manusia. Penggolongan ini akan dibahas secara singkat di bawah ini.
Agama bumi dan agama langit.
Dr. H.M. Rasjidi, dalam bab Ketiga bukunya “Empat Kuliyah Agama Islam Untuk Perguruan tinggi” membagi agama-agama ke dalam dua kategori besar, yaitu agama-agama alamiah dan agama-agama samawi. Agama alamiah adalah agama budaya, agama buatan manusia. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah agama Hindu dan Budha. Mengenai agama Hindu Rasjidi mengutip seorang teolog Kristen, Dr. Harun Hadiwiyono, Rektor Sekolah Tinggi Theologia “Duta Wacana” di Yogyakarta sebagai berikut:
“Sebenarnya agama Hindu itu bukan agama dalam arti yang biasa. Agama Hindu sebenarnya adalah satu bidang keagamaan dan kebudayaan, yang meliputi jaman sejak kira-kira 1500 S.M hingga jaman sekarang. Dalam perjalanannya sepanjang abad-abad itu, agama Hindu berkembang sambil berobah dan terbagi-bagi, sehingga agama ini memiliki ciri yang bermacam-macam, yang oleh penganutnya kadang-kadang diutamakan, tetapi kadang-kadang tidak diindahkan sama sekali. Berhubung karena itu maka Govinda Das mengatakan bahwa agama Hindu itu sesungguhnya adalah satu proses antropologis, yang hanya karena nasib baik yang ironis saja diberi nama agama.” 1)
Samawi artinya langit. Agama samawi adalah agama yang berasal dari Tuhan (yang duduk di kursinya di langit ketujuh, Sky god, kata Gore Vidal). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Dalam bab Keempat dengan judul “Agama Islam adalah Agama Samawi Terakhir” Rasjidi dengan jelas menunjukkan atau menempatkan Islam sebagai puncak dari agama langit. Hal ini dapat dipahami karena Rasjidi bukan saja seorang guru besar tentang Islam, tetapi juga seorang Muslim yang saleh.
Bahkan dengan doktrin mansukh, pembatalan, para teolog dan ahli fikih Islam mengklaim, Qur’an sebagai wahyu terakhir telah membatalkan kitab-kitab suci agama-agama sebelumnya (Torah dan Injil).
Bila Tuhan yang diyakini oleh ketiga agama bersaudara ini adalah satu dan sama, pandangan para teolog Islam adalah logis. Tetapi disini timbul pertanyaan, apakah Tuhan menulis bukunya seperti seorang mahasiswa menulis thesis? Sedikit demi sedikit sesuai dengan informasi yang dikumpulkannya, melalui percobaan dan kesalahan, perbaikan, penambahan pengurangan, buku itu disusun dan disempurnakan secara perlahan-lahan?
Tetapi ketiga agama ini tidak memuja Tuhan yang satu dan sama. Masing-masing Tuhan ketiga agama ini memiliki asal-usul yang berbeda dan karakter yang berbeda. Yahweh berasal dan ajudan dewa perang, yang kemungkinan berasal dari suku Midian, dan dijadikan satu-satunya Tuhan orang Israel oleh Musa. Jesus salah seorang dari Trinitas, adalah seorang pembaharu agama Yahudi yang diangkat menjadi Tuhan oleh para pendiri Kristen awal. Allah adalah dewa hujan yang setelah digabung dengan dewa-dewa lain orang Arab dijadikan satu-satunya tuhan orang Islam oleh Muhammad. Jadi Yahweh, Trinitas dan Allah adalah tuhan-tuhan yang dibuat manusia. 2) (Lihat Karen Amstrong: A History of God).
Dan karakter dari masing-masing Tuhan itu sangat berbeda. Ketiganya memang Tuhan pencemburu, tetapi tingkat cemburu mereka berbeda. Yahweh adalah Tuhan pencemburu keras, gampang marah, dan suka menghukumi pengikutnya dengan kejam, tetapi juga suka ikut berperang bersama pengikutnya melawan orang-orang lain, seperti orang Mesir, Philistin dan Canaan. Jesus juga Tuhan pencemburu, tapi berpribadi lembut, ia memiliki banyak rasa kasih, tetapi juga mempunyai neraka yang kejam bagi orang-orang yang tidak percaya padanya. Allah lebih dekat karakternya dengan Yahweh, tetapi bila Yahweh tidak memiliki neraka yang kejam, Allah memilikinya. Di samping itu, bila Yahweh menganggap orang-orang Yahudi sebagai bangsa pilihannya, Allah menganggap orang-orang Yahudi adalah musuh yang paling dibencinya.
Jadi jelaslah di langit-langit suci agama-agama rumpun Yahudi ini terdapat lima oknum Tuhan yang berbeda-beda, yaitu Yahweh, Trinitas (Roh Kudus, Allah Bapa dan Tuhan Anak atau Jesus) dan Allah Islam. Masing-masing dengan ribuan malaikat dan jinnya.
Pengakuan terhadap Tuhan yang berbeda-beda tampaknya bisa menyelesaikan masalah soal pembatalan kitab-kitab atau agama-agama sebelumnya oleh agama-agama kemudian atau agama terakhir. Masing-masing Tuhan ini memang menurunkan wahyu yang berbeda, yang hanya berlaku bagi para pengikutnya saja. Satu ajaran atau satu kitab suci tidak perlu membatalkan kitab suci yang lain.
Tetapi disini timbul masalah lagi. Bagaimana kedudukan bagian-bagian dari Perjanjian Lama yang diterima atau diambil oleh Perjanjian Baru? Bagaimana kedudukan bagian-bagian Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang terdapat di dalam Al-Qur’an? Apakah bagian-bagian itu dipinjam dari Tuhan yang satu oleh Tuhan yang lain, yang ada belakangan? Atau persamaan itu hanya kebetulan? Ataukah para penulis kitab-kitab yang belakangan meminjamnya dari penulis kitab-kitab terdahulu?
Pembagian agama menjadi agama bumi dan agama langit, dari sudut pandang Hindu sebenarnya tidak menjadi masalah. Ini terkait dengan konsep ketuhanan dari masing-masing agama. Agama-agama Abrahamik atau Rumpun Yahudi (nama yang lebih tepat daripada “agama langit”) memandang Tuhan sebagai sosok berpribadi, seperti manusia, yang berdiam di langit (ke tujuh) duduk di atas kursinya, yang dipikul oleh para malaikat. Dari kursinya di langit itu Dia melakukan segala urusan, termasuk antara lain, tetapi tidak terbatas pada, mengatur terbit dan tenggelannya matahari, “menurunkan” wahyu dan lain sebagainya. Dari segi ini benarlah sebutan “agama langit” itu, karena ajarannya diturunkan oleh Tuhannya yang bermukim nun jauh di langit.
Dalam pandangan agama Hindu, Tuhan bersifat panteistik, yang melingkupi ciptaan (imanen) dan sekaligus di luar ciptaannya (transenden). Menurut pandangan Hindu Tuhan tidak saja lebih besar dari ciptaannya, tetapi juga dekat dengan ciptaannya. Kalau Tuhan hanya ada di satu tempat di langit ketujuh, berarti Ia ada di satu noktah kecil di dalam ciptaannya. Oleh karena itu Dia tidak Mahabesar. Agak mirip dengan pengertian ini, di dalam agama Hindu, dikenal ajaran tentang Avatara, yaitu Tuhan yang menjelma menjadi mahluk, yang lahir dan hidup di bumi – seperti Rama dan Krishna – menyampaikan ajarannya di bumi langsung kepada manusia tanpa perantara.
Dari segi ini, dikotomi agama langit dan agama bumi tidak ada masalah. Baru menjadi masalah ketika “truth claim” yang menyertai dikotomi ini. Bahwa agama langit lebih tinggi kedudukannya dari agama bumi; karena agama-agama langit sepenuhnya merupakan bikinan Tuhan, yang tentu saja lebih mulia, lebih benar dari agama-agama bumi yang hanya buatan manusia dan bahwa oleh karenanya kebenaran dan keselamatan hanya ada pada mereka. Sedangkan agama-agama lain di luar mereka adalah palsu dan sesat.
Pandangan “supremasis” ini membawa serta sikap “triumpalis”, yaitu bahwa agama-agama yang memonopoli kebenaran Tuhan ini harus menjadikan setiap orang sebagai pengikutnya, menjadikan agamanya satu-satunya agama bagi seluruh umat manusia, dengan cara apapun. Di masa lalu “cara apapun” itu berarti kekerasan, perang, penaklukkan, penjarahan, pemerkosaan dan perbudakan atas nama agama.
Masalah wahyu
Apakah wahyu? Wahyu adalah kata-kata Tuhan yang disampaikan kepada umat manusia melalui perantara yang disebut nabi, rasul, prophet. Bagaimana proses penyampaian itu? Bisa disampaikan secara langsung, Tuhan langsung berbicara kepada para perantara itu, atau satu perantara lain, seorang malaikat menyampaikan kepada para nabi; atau melalui inspirasi kepada para penulis kitab suci. Demikian pendapat para pengikut agama-agama rumpun Yahudi.
Benarkah kitab-kitab agama Yahudi, Kristen dan Islam, sepenuhnya merupakan wahyu Tuhan? Bila benar bahwa kitab-kitab ini sepenuhnya wahyu Tuhan, karena Tuhan Maha Tahu dan Maha Sempurna, maka kitab-kitab ini sepenuhnya sempurna bebas dari kesalahan sekecil apapun. Tetapi Studi kritis terhadap kitab-kitab suci agama-agama Abrahamik menemukan berbagai kesalahan, baik mengenai fakta yang diungkapkan, yang kemudian disebut ilmu pengetahun maupun tata bahasa. Berikut adalah beberapa contoh.
Pertama, kesalahan mengenai fakta.
Kitab-suci kitab-suci agama ini, menyatakan bumi ini datar seperti tikar, dan tidak stabil. Supaya bumi tidak goyang atau pergi ke sana kemari, Tuhan memasang tujuh gunung sebagai pasak. Kenyataannya bumi ini bulat seperti bola. Dan sekalipun ada banyak gunung, lebih dari tujuh, bumi tetap saja bergoyang, karena gempat.
Kedua, kontradiksi-kontradiksi.
Banyak terdapat kontradiksi-kontradiksi intra maupun antar kitab suci-kitab suci agama-agama ini. Satu contoh tentang anak Abraham yang dikorbankan sebagai bukti ketaatannya kepada Tuhan (Yahweh atau Allah). Bible mengatakan yang hendak dikorbankan adalah Isak, anak Abraham dengan Sarah, istrinya yang sesama Yahudi. Sedangkan Qur’an mengatakan bukan Isak, tetapi Ismail, anak Ibrahamin dengan Hagar, budak Ibrahim yang asal Mesir
Contoh lain. Bible menganggap Jesus sebagai Tuhan (Putra), sedangkan Al-Qur’an menganggap Jesus (Isa) hanya sebagai nabi, dan bukan pula nabi terakhir yang menyempurnakan wahyu Tuhan.
Ketiga, kesalahan struktur kalimat atau tata bahasa.
Di dalam kitab-kitab suci ini terdapat doa-doa, kisah-kisah, berita-berita tentang kegiatan Tuhan, mirip seperti berita surat kabar, yang ditulis oleh seseorang (wartawan) atas seseorang yang lain (dari obyek berita, dalam hal ini Tuhan). Lalu ada kalimat yang merujuk Tuhan sebagai “Aku, Kami, Dia, atau nama-namanya sendiri, seperti Allah, Yahweh, dll”. Mengapa Tuhan menunjukkan diriNya dengan Dia, kata ganti ketiga? Kata-kata atau kalimat-kalimat pejoratif seperti Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Mengetahui ini pastilah dibuat oleh manusia, sebab mustahil rasanya Tuhan memuji-muji dirinya sendiri.
Keempat, ajaran tentang kekerasan dan kebencian.
Di dalam kitab-suci kitab-suci agama-agama langit ini banyak terdapat ajaran-ajaran tentang kebencian terhadap komunitas lain, baik karena kebangsaan maupun keyakinan. Di dalam Perjanjian Lama terdapat kebencian terhadap orang Mesir, Philistin, Canaan dll. Di dalam Perjanjian Baru terdapat ajaran kebencian terhadap orang Yahudi dan Roma. Di dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat kebencian terhadap orang-orang Yahudi, Kristen dan pemeluk agama-agama lain yang dicap kafir secara sepihak. Pertanyaan atas soal ini, betulkah Tuhan menurunkan wahyu kebencian terhadap sekelompok orang yang memujanya dengan cara berbeda-beda, yang mungkin sama baiknya atau bahkan lebih baik secara spiritual? Bukankah akhirnya ajaran-ajaran kebencian ini menjadi sumber kekerasan sepanjang massa?
Bagaimana mungkin Tuhan yang Maha Bijaksana, Maha Pengasih dan Penyayang menurunkan wahyu kebencian dan kekerasan semacam itu? Di dalam agama Hindu kebencian dan kekerasan adalah sifat-sifat para raksasa, asura dan daitya (demon, devil, atau syaitan).
Di samping hal-hal tersebut di atas, agama-agama rumpun Yahudi banyak meminjam dogma dari agama-agama lain, bahkan dari komunitas yang mereka sebut penyembah berhala atau kafir. Dogma utama mereka tentang eskatologi seperti hari kiamat, kebangkitan tubuh dan pengadilan terakhir dipinjam oleh agama Yahudi dari agama Zoroaster Persia, lalu diteruskan kepada agama Kristen dan Islam. Legenda tentang penciptaan Adam dipinjam dari leganda tentang penciptaan Promotheus dalam agama Yunani kuno. Bagaimana mungkin tuhan agama langit meminjam ajaran dari agama-agama atau tradisi buatan manusia?
Swami Dayananda Saraswati (1824-1883), pendiri Arya Samaj, sebuah gerakan pembaruan Hindu, dalam bukunya Satyarth Prakash (Cahaya Kebenaran) membahas Al Kitab dan AI-Qur’an masing-masing di dalam bab XI II dan XIV, dan sampai kepada kesimpulan yang negatif mengenai kedua kitab suci ini. Bahwa kedua kitab suci ini mengandung hal-hal yang patut dikutuk karena mengajarkan kekerasan, ketahyulan dan kesalahan. Ia meningkatkan penderitaan ras manusia dengan membuat manusia menjadi binatang buas, dan mengganggu kedamaian dunia dengan mempropagandakan perang dan dengan menanam bibit perselisihan.
Apa yang dilakukan oleh Swami Dayananda Saraswati adalah kounter kritik terhadap agama lain atas penghinaan terhadap Hindu yang dilakukan sejak berabad-abad sebelumnya oleh para teolog dan penyebar agama lainnya.
Kesimpulan.
Tidak ada kriteria yang disepakati bersama di dalam penggolongan agama-agama. Setiap orang membuat kriterianya sendiri secara semena-mena untuk tujuan meninggikan agamanya dan merendahkan agama orang lain. Hal ini sangat kentara di dalam agama-agama missi yang agresif seperti Kristen dan Islam dimana segala sesuatu dimaksudkan sebagai senjata psikologis bagi upaya-upaya konversi dan proselitasi mereka.
Di samping itu tidak ada saksi dan bukti untuk memverifikasi dan memfalsifikasi apakah isi suatu kitab suci betul-betul wahyu dari Tuhan atau bukan? Yang dapat dikaji secara obyektif adalah isi atau ajaran yang dikandung kitab suci-kitab suci itu apakah ia sesuai dengan dan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan, seperti cinta kasih, kesetiaan, ketabahan, rajin bekerja, kejujuran, kebaikan hati atau mengajarkan kebencian dan kekerasan?
Penggolongan agama-agama menjadi agama langit dan agama bumi, jelas menunjukkan sikap arogansi, sikap merendahkan pihak lain, dan bahkan sikap kebencian yang akhirnya menimbulkan kekerasan bagi pihak yang dipandangnya sesat, menjijikan dan tidak bernilai. Di lain pihak penggolongan ini menimbulkan rasa tersinggung, kemarahan, dan akhirnya kebencian. Bila kebencian bertemu kebencian, hasilnya adalah kekerasan.
Melihat berbagai cacat dari kitab suci-kitab suci mereka, khususnya ajarannya yang penuh kebencian dan kekerasan, maka isi kitab suci itu tidak datang dari Tuhan, tetapi dari manusia yang belum tercerahkan, apalagi Tuhan-Tuhan mereka adalah buatan manusia.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas disarankan agar dikotomi agama langit dan agama bumi ini tidak dipergunakan di dalam baik buku pelajaran, wacana keagamaan maupun ilmiah. Dianjurkan agar dipergunakan istilah yang lebih netral, yaitu agama Abrahamik dan agama Timur.
(Ngakan Putu Putra sebagaian bahan dari SATS ; “Semua Agama Tidak Sama” ).
Catatan kaki:
I). Prof . DR. H.M. Rasjidi : “Empat Kuliyah Agama Islam pada Perguruan Tinggi” penerbit Bulan Bintang, Jakarta, cetakan pertama, 1974. hal 10) H.M Rasjidi hal 53
2). Lihat Kare n Amstrong : A History of God
3). Swami Dayananda Saraswati Satyarth Prakash (Light of Truth), hal 648.
4). Ibid hal 720.
|sejati|
Tulisan Anda panjang sekali, lebih panjang dari tulisan yang pernah saya buat dalam blog ini.
Tapi tak apa, mungkin bisa bermanfaat bagi yang lain
Saya pikir Anda lebih baik bikin blog khusus untuk menuliskan semua ide dan pengalaman Anda, pasti banyak berguna bagi pengunjung.
Atau blog di tulisan tadi adalah Blog Anda?
Wilujeng tepang kang sareng simkuring nuhun atos berkunjung ka Blog salam kenal saja
Salam kenal yeuh..
|DK| & |sirunggawir|
Pangestu akang-akang. Sami-sami. Sawangsulna.
Salam kenal…
Kang Irwan, kuring mah Garutna ti haurpanggung, Tarogong.
|Kumicir Wikidisastra|
Urang tarogong? Kuring SMA di SMA 2 Tarogong.
Ass,halo salam kenal ya dari saya maghfira rachmat…nice blog… tak lupa selamat menjalankan ibadah puasa…Wassalam.
|fira|
Selamat datang mbak Maghfira Rachmat dan terima kasih sudah mampir ke [teman pagi].
Selamat beribadah puasa, mohon maaf lahir bathin.
Salam kenal.
Ass,kunjung balik nih makasih juga ya…oyah boleh di add gak blognya nih…Wassalam.
alo Irwan… Blognya keren bro… Turut prihatin dengan insiden Kawaknya bro. Maen ke Kafemotor jg ya
salam kenal, mas…
salam kenal
|fira|
Add? Go Ahead! Smoga bermanfaat.
|Ilham|
Thanks bro, yup mudah-mudahan cepet ada gantinya.
KafeMotor? So pasti, sering maen kok.
|caplang & syafriadi|
Salam kenal juga bro semua . Terima kasih.
salam kenal, mas..
|morishige|
Senang berkenalan dengan Anda
Iikutan add yaaa
|ade ella|
Go ahead! Silahkan :-]
Hi, there!..3d45cdbb1e0fd039101ac74d01cf4b69
salam kenal mas irwan, saya darmawan dari jogja. blognya bagus mas… sip!
|darmawanku|
Salam kenal juga mas, terim kasih sudah mampir, blognya mas darmawan juga bagus. Sampai jumpa di Forum Morange!
Salam Moranger!
halo temanpagi, aku punya embun
salam kenal juga.. gw juga pake morange sih..
tapi sekarang udah bisa baca email secara native di nokia 6120..
java kadang2 lemot mas.. gw beralih ke symbian.. hehe
morange yang symbian ada ga??
Ass.
Pagi Mas. Minta alamat e-amilnya ya. Kmrn I sms tdk Masuk trus.
Wass.
Salam kenal mas, saya seneng bisa ‘nyasar” kesini… artikel anda bagus. saya suka…
salam,
Silly
Udah Liat Up date di Lost in Jogja??
selamat mengikuti,
,,salam kenaL……
LIJ team,,
salam kenal
namaku putra
aq mau iku gabung ni
alna nampak asyik ja di sini
SALAM knal ..
mksihh uda berkunjung
berkunjung lagi nih mas, sambil baca-baca dulu, maaf blog ny di tautkan tanpa konfirmasi terlebih dahulu ^^, mohon direstui..
Alhamdullillah geuningan nambihan deui orang garut teh, punten kang nyungken ijin, blog akang dilink didiyeu http://www.bloggergarut.or.id kumargai masang badge BG, bilih bade karempel sareng batur salembur mangga diantos do http://forum.bloggergarut.or.id
|sungai|
Morning Friend and Morning Dew
|setiadi|
Apalagi Morange V yang baru, tambah lemot mas. Tapi ya, makin banyak fitur konseksuansinya makin berat
|fahroe|
Sementara java dulu lah broden
|agus ariawan|
Apa kabar semarang? Sudah dibalas mas sms nya
|Silly|
Thanks a lot Sil
|cahngayogyakarto|
Enggih mas, kulo larut dan tersesat sangat dalam di Jogja, hingga gak akan bisa ninggalin Jogja tercinta
|putra|
welcom mas
|agunk agriiza|
Sama-sama, kunjungan balik ya
|Ic|
Sering-sering aja C, tautan are always welcome
|DK|
Siap, langsung ngiring kempel atuh
salam kenal Mas
selamat pagi mas..
salam kenal..
apa kabar wan…..
Salam kenal mas
assalamualaikum
salam kenal yah