jump to navigation

Good Cop Bad Cop November 24, 2006

Posted by IrwanKarta in Family & Friends.
trackback

Polisi maupun TNI (Aparat Kemanan) adalah kelengkapan negara yang terkadang dibenci sekaligus dicintai. Saya tidak bicara secara keseluruhan dan institusi, namun sering didengar oknum aparat yang tingkahnya merugikan warga biasa.

Seperti oknum TNI yang mengeroyok petugas KA karena gak mau bayar tiket, dan yang terakhir oknum Polisi menganiaya Manajer Hotel karena tidak diputarkan lagu kesukaannya. Dan banyak lagi kasus lainnya.

Saya alami sendiri, ada oknum Polisi yang tega memungut 10% uang klaim asuransi Jasaraharja saat kakak ipar saya meninggal karena kecelakaan. Tidak hanya itu, meminta uang sukarela dari kami untuk ganti pulsa karena pak Polisi itu beberapa kali menelpon kami untuk urusan tersebut.

Alasan lain untuk dicintai dan dibanggai adalah pengorbanan mereka dalam bertugas melayani warga biasa. Ini juga banyak kasusnya, yang terakhir adalah banyak aparat Polisi dan TNI yang jadi korban bencana ledakan Gas Lapindo saat mereka bertugas.

Yang jadi pikiran saya, apakah pengorbanan mereka demi tugas bisa menjadi pembenar bagi sebagian oknum untuk bertindak sewenang-wenang dan merasa pantas diistimewakan dibanding warga biasa?

Good Cop Bad Cop

Komentar»

1. ilham - November 27, 2006

bangsa ini sama semua bukan hanya oknum polisi yang suka memeras rakyatnya. Rakyat juga suka memeras sesama rakyat.
contohnya: di mana ada bencana alam seolah olah menjadi ajang untuk mencari uang sebanyak-banyaknya coba kita perhatikan sebentar lagi musim hujan di saat banjir tidak sedikit orang dari berbagai lapisan rakyat berlomba lomba mencari celah untuk menarik ke untungan dari para oknum yang di berikan tanggung jawab untuk menyalurkan bantuan untuk para korban ternyata kadang langsung di salurkan ke penadah dengan harga miring.
para penjual jasa transportasi kelas rakyat seperti ojek, angkot ataupun becak dapat langsung menaikan tarif berlipat lipat sampai pada jumlah yang terkadang di luar akal sehat. Warung warung nasi yang melihat orang sangat butuh makan karena tidak dapat memasak di rumahnya juga memasang tarif yang sangat mengejutkan mahalnya. belum pencurinya yang mengambil kesempatan dalam kesusahan orang lain.
itulah bangsa kita, bangsa yang katanya memiliki budaya peramah dan sopan ternyata banyak tidak lagi hidup sejalan dengan norma norma budaya luhur bangsa timur
Sekarang pertanyaannya bagaimana menghilangkan budaya yang sudah terlanjur terpuruk ini ??????
karena bukan oknum polisi, tentara, sipil, ataupun rakyat sekalipun. tetapi semua itu berangkat dari niat luhur pemerintahan kita.
basmi korupsi dari atas ke bawah. terapkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan.
kampanyekan gaya hidup tolong menolong di televisi dan koran koran bukan malah semua televisi ikut latah menyiarkan sinetron sinetron yang menggambarkan hidup di awang awang, mistis kekerasan semua itu menggiring kita ke arah yang semakin meningkatkan budaya hidup menghalalkan segala cara yang ujung ujung nya juga tertawa di atas penderitaan orang lain.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: